Capsule Wardrobe Experiment (Part 2)

07:00

Ada banyak pendekatan untuk melakukan capsule wardrobe experiment, salah satunya mengikuti cara mbak Caroline di Un-fancy. Bisa juga membaca referensi lain di seperti Be More With Less, Into Mind, dan juga buku karangan Kon Marie.

Berikut ini adalah catatan dan hal-hal yang saya pelajari saat melakukan capsule wardrobe experiment

Downsizing Wardrobe

Sebelum mulai menyusun capsule wardrobe, kita harus bersih-bersih lemari dulu. Bukan di-lap atau disapu ya! Maksudnya, kita mengurangi koleksi pakaian kita hingga tersisa item yang paling kita suka dan paling versatile saja.

Untuk memudahkan biasanya digunakan angka sebagai acuan. Un-fancy misalnya, dia menyarankan 37 item, terdiri dari atasan/tops, bawahan/bottoms, gaun/dresses, luaran/outwears, dan sepatu/shoes. Karena saya menggunakan hijab, jadi angka yang saya gunakan lebih banyak yakni 41, termasuk hijab di dalamnya. Ingat, angka ini tidak saklek ya, silakan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, namun usahakan tidak berlebihan. Less is more!

Lalu, pakaian yang tidak masuk dalam capsule wardrobe dikemanakan? Kamu bisa menyumbangkannya atau menjualnya sebagai barang preloved. Kalau masih belum yakin dengan statusnya, mau putus atau lanjut, eh.. maksudnya mau dipakai atau dipensiunkan, maka simpan saja dulu pakaian tersebut. Jika dalam setahun kamu tidak memakainya sama sekali, artinya pakaian tersebut bisa dipensiunkan.

Awalnya saya pun takut dan ragu-ragu membersihkan lemari dan 'membuang' banyak pakaian. Tapi ternyata setelah prosesnya selesai, saya jadi happy banget. Lemari jadi lega dan bersih, hati pun jadi (somewhat) lebih lega dan senang.

Creating Style

Pakaian yang sudah disortir di langkah sebelumnya akan menjadi capsule wardrobe selama 3 bulan. Satu season setara tiga bulan sebenarnya mengikuti musim yang ada di negara sub-tropis. Jadi jika diadopsi mentah-mentah, capsule wardrobe experiment di sini harusnya berdurasi 6 bulan per season-nya.

Tapi kan ya, enam bulan itu lama banget. Saya ga yakin bisa bertahan selama itu. Jadi untuk sementara saya mengikuti siklus aslinya (3 bulanan) saja.

Selama 3 bulan kita harus pintar-pintar mix-n-match pakaian yang ada di capsule wardrobe supaya tidak membosankan. Bagian ini susah susah gampang, karena pakaian yang kita punya cuma itu-itu-saja. Tapi di sisi lain, pakaian yang kita punya adalah yang paling kita suka (sudah disortir) di langkah sebelumnya, jadi harusnya engga bingung dong makainya.


Supaya tidak bosan, saya biasanya menggunakan aksesoris seperti kalung minimalis dan ikat pinggang untuk membedakan tampilan atau membuat variasi. Selain itu, rajin-rajinlah membuka Pinterest dan Instagram untuk mendapatkan referensi.

No Shopping

Selama 3 bulan tahan untuk tidak belanja pakaian ya. Meski online shop favorit kamu upload koleksi yang unyu-unyu atau tetiba ada diskon di mall, tetap tahan diri untuk tidak belanja. Tuliskan saja item yang diinginkan. Wishlist ini nanti bisa direview saat akan menyusun capsule wardrobe di season berikutnya.

Awalnya saya pikir ini adalah langkah yang paling sulit. Namun ternyata saya tidak merasakan banyak kesulitan. Saya (somehow) senang dengan baju-baju yang sudah saya punya sekarang dan engga pengen beli-beli yang lain. Kalaupun ada pakaian yang pengen banget saya beli, biasanya saya tulis di notes sebagai wishlist

Wishlist akan menjadi bahan review saat nanti saya menyusun capsule wardrobe untuk season berikutnya. Biasanya pas review, saya udah ga pengen lagi barang/pakaian tersebut (ya ampun, ternyata belanja itu lebih banyak keinginan sesaat belaka!).

Planning and Shopping (if Necessary)

Beberapa hari sebelum satu season berakhir, kita akan menyusun capsule wardrobe untuk periode selanjutnya. Simpan pakaian yang mungkin tidak akan sesuai dengan cuaca atau kegiatan di periode depan. Misal, musim berikutnya adalah musim hujan, maka simpan pakaian yang tipis dan ganti dengan jaket atau sweater.

Kita juga dibolehkan belanja baju JIKA diperlukan. Perlu diingat dan dipikir matang-matang ya, jangan memanfaatkan kesempatan ini untuk kembali frugal. Kalau belanjanya buuuaanyak dan aneh-aneh, yo podo wae, capsule wardrobe experiment nya jadi kurang sukses.

Semoga bermanfaat. Selamat bereksperiment

You Might Also Like

0 comments

Subscribe