Decluttering Sekaligus Menghasilkan Uang - Carousell

07:00


Pindahan 2 bulan lalu memberi saya pelajaran yang amat penting dan mengagetkan: barang saya banyak banget! Oh my goodness, sejak kapan barang-barang saya beranak pinak seperti ini. Selama empat tahun, satu travel bag menjadi satu mobil box, wakakakaa!

Padahal decluttering juga tiap tahun, tapi saya masih merasa ini kebanyakan. Masih ada sekitar 3 box berisi barang-barang yang jarang banget dipakai. Mereka idle dan terlupakan di pojokan.

Pengen saya buang, tapi ko sombong banget dan gak bijak yaa. Pengen dikasih ke orang, suka masih ga bingung gimana ngasihnya, yang nerima tersinggung engga dikasih barang bekas. Serba bingung pokoknya buk.

Kemudian salah seorang memperkenalkan saya dengan Carousell. Ini adalah aplikasi jual beli barang bekas/preloved. Teman saya tahu dari saudara-nya yang udah duluan mencoba dan membuktikan ‘kesuksesan‘-nya. Saya sempat ragu, apa ada yang mau beli barang bekas ini. Tapi toh kemudian akhirnya saya mencoba juga.

Suprisingsly, it works! Saya berhasil menjual beberapa barang menggunakan aplikasi tersebut. Ya ampun, saya seneng banget. Dari aplikasi Carousell, saya bisa mengumpulkan (kurang lebih) 200 ribuan dalam 3 minggu. Lumayan kan daripada lumanyun, hahaa! Alhamdulillah, barang-barang berkurang, ruangan lebih lega, dan dapat ekstra cash juga.

Berikut beberapa tips yang bisa saya bagi supaya jualan preloved item di Carousell bisa laku.

  1. Jangan jual semua preloved item-mu, pilih hanya yang masih baik dan layak kondisinya.
     
  2. Foto preloved item kamu dengan proper. Tidak perlu kamera mahal, cukup gunakan kamera HP. Sebaiknya tidak mengambil foto di malam hari atau di dalam ruangan. Coba foto di luar ruangan yang ada cahaya matahari cukup.
     
  3. Jika preloved itemnya berupa pakaian, jangan lupa disetrika dahulu sebelum difoto.
     
  4. Perhatikan harga yang kamu inginkan. Banyak pengguna Carousell yang ingin barangnya free ongkir. Jadi ada baiknya ongkir sudah dimasukkan pada harga yang dicantumkan. Tentunya ongkir ini hanya ongkir lokal satu provinsi yaa.
     
  5. Cantumkan keterangan yang jelas tentang kondisi barang, termasuk jika ada defect. Jika barangnya berupa pakaian, cantumkan ukuran dengan jelas, baik dalam cm ataupun dalam ukuran standar SML. 
Oya, ada baiknya jika hasil penjualan ini dikumpulkan dalam tabungan/dompet/wadah terpisah sehingga terlihat progress-nya. Jangan langsung dibelanjakan atau digabungkan dengan uang sehari-hari. You'll be surprise by the amount you earned :)
Semoga bermanfaat, selamat mencoba!

PS: Foto dari artikel Techinasia dan tulisan ini tidak sponsored.

You Might Also Like

0 comments

Subscribe